Wayang Purwa dari Karton Wayang purwa biasanya dibuat dari kulit kerbau, namun kini dapat dibuat dari kertas karton tebal sebagai alternatif. Meskipun bahannya berbeda, pembuatannya mengikuti standar yang sama persis dengan wayang kulit asli, baik dalam hal ukuran, bentuk, kerapatan tatahan, maupun kehalusan sunggingannya. Tahapan pembuatannya: 1. Pola dan ukuran digambar sesuai ketentuan standar wayang purwa, lalu dipindahkan ke atas karton. 2. Pemotongan dilakukan mengikuti garis luar secara teliti agar bentuknya proporsional. 3. Pengerjaan tatahan meliputi pelubangan untuk membentuk motif dan hiasan dengan ketajaman yang sama seperti pada kulit. 4. Sunggingan atau pewarnaan mengikuti kaidah tradisional, disesuaikan dengan karakter tokoh, lalu dilapisi pernis agar awet dan berkilau. Berbeda dengan wayang kulit asli yang dipakai untuk pertunjukan, hasil karya dari karton ini lebih sering digunakan sebagai pajangan, hiasan ruangan, atau koleksi seni. Ia tetap mempertahankan keindahan dan nilai budaya warisan leluhur.
